Ratusan Siswa Klungkung Antusias Ikuti Seminar Strategi Memulai dan Mengembangkan Startup Bisnis Berbasis ICT

Suasana seminar Strategi Memulai dan Mengembangkan Startup Bisnis Berbasis ICT yang digelar STIKOM Bali bekerja sama dengan harian Binsis Bali, Pemkab Klungkung dan Kadin Bali, Selasa (30/08/2016). Foto: balinewsnetwork/rahman sabon nama.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sekitar 200 siswa-siswi SMA/SMK se-Kabupaten Klungkung tampak antusias mengikuti seminar Strategi Memulai dan Mengembangkan Startup Bisnis Berbasis ICT di ruang Praja Mandala Kantor Bupati Klungkun, Selasa (30/08/2016).

Terharu Kata-kata Inspiratif Para Motivator, Peserta Seminar Berlinang  Air Mata

Seminar ini terselenggara atas kerja sama antara  STIKOM Bali, Harian Bisnis Bali, Pemkab Klungkung dan Kadin Bali. Seminar dibuka oleh Plt Asisten 1 Setda Pemkab Klungkung Wayan Sumarta, mewakili Bupati Klungkung  Nyoman Suwirta.

Dari kiri: Dadang Hermawan, Wayan Sumarta dan Alit Wiraputra

Dari kiri: Dadang Hermawan, Wayan Sumarta dan Alit Wiraputra

Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dalam sambutannya mengatakan, sebagai satu-satunya perguruan tinggi ICT  di Bali dan Nusa Tenggara yang terakreditasi B, STIKOM Bali selalu memotivasi mahasiswanya menjadi seorang pengusaha berbasis ICT.

“Karena lulusan STIKOM Bali sangat fleskibel masuk ke semua lapangan kerja. Mau PNS bisa, TNI-Polri bisa, BUMN atau BUMD apalagi perusahaan swasta lebih bisa lagi. Atau bahkan menjadi pengusaha,” terang Dadang Hermawan.

Dadang menyebut, baru-baru ini tiga alumni STIKOM Bali diundang ke markas Google di Amerika karena mereka suskes memulai startup bisnis dengan pelanggan mencapai 25.000 UMKM.

“Jadi Anda bisa bayangkan berapa penghasilan mereka per bulan,” sebut Dadang Hermawan.

Ketua Kadin Bali Alit Wiraputra

Ketua Kadin Bali Alit Wiraputra

Ketua Kadin Bali Alit Wiraputra, sebagai salah seorang narasumber memaparkan ada tujuh aspek yang harus dimiliki jika seseorang ingin menjadi penguasha. Di antaranya, aspek spiritual, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu seseorang harus mempunyai modal “enam M”.Yakni money (uang), men, market, material, machines, management.

I Made Marlowe Bandem

I Made Marlowe Bandem

Narasumber lainnya, I Made Marlowe Bandem menyebut, untuk memulai bisnis, terutama di bidang ICT dewasa ini sangat terbuka lebar. Karena ICT dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat.

Marlowe kemudian menyodorkan teori hirarki kebutuhan dasar manusia dari Abraham Maslow yakni kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan akan aktualisasi diri.

I Made Marlowe Bandem joged bersama peserta seminar

I Made Marlowe Bandem joged bersama peserta seminar

Tetapi Maslow lupa, demikian Marlowe bandem, bahwa dunia ini suatu saat akan berubah, seperti sekarang ini seiring kemajuan ICT dan mengubah kebutuhan dasar manusia tersebut.

“Kebutuhan manusia sekarang ini paling pertama adalah baterai atau power bank, wifi, dan internet. Setelah itu barulah kebutuhan seperti terori Maslow,” kata Marlowe Bandem.

“Kalau bangun pagi, yang pertama pasti ambil hape duluan, up date status dulu. Kalau Anda makan di warung, pasti nanya dulu, ada wifi gak,” sebutnya membuat perserta terbahak.

MARLOWE-SEMINAR KLUNGKUNG-5

Wakil Ketua Yayasan Widya Dharna Shanti  (yang menaungi STIKOM Bali) dan pemilik dua BPR di Bali ini, mengajak peserta seminar untuk tidak ragu-ragu terjun dalam startup bisnis.

“Yang terpenting adalah ada kemauan, bekerja tekun,  professional, jaga kepercayaan orang kalau menggunakan duit pinjaman dan memperlakukan karyawan sebagai sahabat, bukan sebagai peekrja semata,” tegas penghobi sepeda ini.  (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment