Empat Tahun Agus-Sutjidra Pimpin Buleleng-Sebagian Besar Program 12 Pas Rampung

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menggelar jumpa pers terkait 4 tahun memimpin Buleleng bersama Wakil Bupati Nyoman Sutjidra. Foto: balinewsnetwork/wisnaya.

Singaraja/BaliNewsNetwork–Empat tahun sudah kepemimpinan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra di tanah Panji Sakti. Dalam kepemimpinan selama empat tahun,  tepatnya 27 Agustus 2016 lalu, dirasakan berbagai program yang dibawanya yakni program 12 Pas diyakini telah berjalan mulus namun ada juga dirasakan masih tahap penyusunan lantaran diakibatkan minimnya APBD Buleleng.

Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menggelar jumpa pers dengan para media di rumah makan Sari Mina Singaraja beberapa hari yang lalu.

Menurut Bupati Agus Suradnyana, dalam kepemimpinannya selama empat tahun berbagai program 12 Pas sudah rampung seperti masalah kesehatan, jalan, pendidikan dan yang lainnya. Namun diakui dalam merampungkan program 12 pas ada beberapa kendala yang masih dilakukan penyusunan serta jalan keluar seperti masalah pembangunan beberapa sekolah dan penambahan tenaga medis yang nantinya ditempatkan di beberapa puskesmas serta pembangunan rumah sakit Paratama yang ada di Buleleng Timur.

Kesulitan dalam menambah tenaga medis yang menjadikan kendala utama dalam memberikan pelayanan kesehatan diakui Suradnyana hal itu membuat di beberapa puskesmas dan rumah sakiat negeri menjadi kekurangan tenaga kesehatan, mulai dari perawat hingga dokter spesialis.

”Memang Buleleng kan masih kekurangan tenaga medis. Kita di Buleleng bukan tidak mau mencari dokter namun karena dokternya yang tidak ada. Hal itu yang menyulitkan kita dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Buleleng,” katanya.

Dengan adanya permasalahan tersebut, lanjut Suradnyana, pihaknya mengaku telah mendorong Undiksa ke depannya  membuka Fakultas kedokteran.

”Kami juga harapkan agar Undiksa segera membuka Fakultas kedokteran dan bahkan dalam menunjang kegiatan Fakultas Kedokteran kami juga telah memberikan lantai empat di IRD RSUD Buleleng untuk di pergunakan kegiatan praktek disamping yang nantinya dipergunakan untuk kegiatan rapat,” tambahnya lagi.

Tetapi di sisi lain, Pemkab Buleleng justru menorehkan keberhasilan dalam membangun infrastruktur kesehatan. Sebuah Instalasi Gawat Darurat (IGD) yangcukup megah berhasil dibangun di era kepemimpinan PAS-Sutjidra. Selain IGD, juga telah beroperasi RS Pratama di Kecamatan Seririt yang mewilayahi sejumlah desa di Buleleng barat. Ke depannya, RS Pratama akan dibangun di wilayah Kecamatan Sawan. Di lain sisi selain dibidang kesehatan  Pemkab Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan perbaikan di seluruh jalan yang berstatus jalan kabupaten Buleleng dengan aspal hotmix.

Kembali lagi, program tersebut tidak bisa dilaksanakan dalam satu tahun anggaran. Pasalnya, hingga kini, Pemkab Buleleng masih melakukan perbaikan terhadap jalan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan. Pemkab Buleleng melalui Dinas PU meningkatkan status jalan desa menjadi jalan kabupaten sepanjang 123 kilometer. Otomatis, beban Pemkab Buleleng untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan jalan semakin bertambah.

”Nah kalau masalah jalan terus terang kami belum bisa menyelesaikan secara tuntas diitahun ini karena factor jalan tersebut dimana jalan yang belum dilakukan perbaikan sebagai besar merupakan jalan desa makanya mau kita alihkan status jalan tersebut dari jalan pedesaan menjadi jalan kabupaten sehingga agar cepat kita lakukan perbaikan,” katanya lagi.

Ditanya masalah pendidikan yang ada di Buleleng, Suradnyana mengatakan berbagai sarana dan prasarana pendidikan telah dilakukan perbaikan. Bahkan Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memprogramkan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di setiap kecamatan. Hingga tahun 2016 ini, hanya satu kecamatan saja yang belum memiliki SMk yakni Kecamatan Banjar.

”Kalau masalah pendidikan kan juga sudah jalan mulai dari perbaikan sarana dan prasarana yang menunjang pendidikan sudah dilakukan, bahkan kami juga canangkan di setiap kecamatan ada sekolah kejuruan itupun kami harapkan dibangunan di atas lokasi yang mudah dijangkau. Buat apa membangun sekolah yang sulit dijangkau. Hingga kini dari Sembilan kecamatan  di  Buleleng tinggal satu kecamatan yang belum dibangun sekolah SMK yakni Kecamatan Banjar namun kami pastikan di tahun depan sudah terbangun,”cetusnya lagi. (ina)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment