Dikasih “Berhenti Menghina NTT”, Gubernur Menangis

Yusdi Diaz memberikan foto headline news “Berhenti Menghina NTT” kepada  Gubernur Frans Lebu Raya dan istri disaksikan (dari kiri) Ardy Ganggas, Umar Ibnu Alkhatab,  Achmad Peten Sili dan Fredrik Billy. Foto: balinewsnetwork/rahman sabon nama.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Gubernur NTT Frans Lebu Raya meneteskan air mata ketika Ketua Flobamora Bali Yosep Yulius Diaz menghadiahkan kenang-kenangan berupa foto headline news  Tabloid Flobamora Dewata,  berisi gambar gubernur dan istri dan bertuliskan kalimat “Berhenti Menghina NTT”, di rumahnya, Renon, Denpasar, Minggu (28/08/2016) siang.

Menurut pria yang akrab dipanggil Yusdi ini,  kalimat “Berhenti Menghina NTT” yang diucapkan Gubernur NTT bulan di Bali itu menjadi isu menarik dan kemudian menjadi tagline liputan utama dalam Flobamora Dewata edisi terbaru.

“Kebetulan hari ini bapak mengulang lagi kalimat tersebut, tapi kami punya sesuatu yang bagus, kami ambil dari kalimat bapak gubernur,” kata Yusdi Diaz sambil meminta Flori Kopong Laot membawa foto berukuran besar yang menggambarkan gubernur dan istri dengan kalimat yang seakan merendahkan harkat dan martabat masyarakat NTT tersebut.

Ketika menerima foro tersebut, Gubernur Frans Lebu Raya tampak terisak. Beberapa kali dia menyeka airmatanya yang telanjur jatuh. Tak ada kata-kata yang terucap.

Sebelumnya di hadapan pengurus Flobamora Bali dan para ketua unit suka duka se-NTT yang tinggal di Bali, Frans Lebu Raya kembali meminta masyarakat NTT jangan saling menghina diri sendiri. Frans Lebu Raya juga meminta pihak luar untuk tidak lagi memandang NTT sebagai daerah miskin.

“Bahwa kita belum maju seperti daerah lain, itu ya. Tapi kalau selalu dibilang NTT itu miskin, stigma itu akan tertanam terus dalam benak anak-anak kita. Akibatnya, kita selalu jalan menunduk, malu angkat maka karena kita merasa minder sebagai orang miskin tadi. Itulah maka sejak saya menjadi gubernur pertama tahun 2008, selalu saya gaungkan Berhenti Menghina NTT,” beber Lebu Raya.

Gubernur Frans Lebu Raya dan istri bersama atlit Bali asal NTT

Gubernur Frans Lebu Raya dan istri bersama atlit Bali asal NTT

Menurutnya, selama hampir 10 tahun memimpin NTT, sudah ada kemajuan dalam tingkat perekonomian masyarakt. Salah satu indikator sederhana untuk menggambarkan bahwa masyarakat NTT tidak semiskin seperti sebelumnya adalah padatnya arus penerbangan ke NTT maupun di dalan NTT sendiri.

“Kalau mau jujur melihat NTT, ini kalau mau jujur ya…. Harus diakui bawah ada kemajuan. Kalau tidak, tidak mungkin ada banyak pesawat terbang bermalam di Kupang,” sebutnya.

Begitu juga di dalam NTT sendiri. Sebagai daerah kepulauan, hanya ada dua alternatif untuk mencapainya, laut atau darat. Tapi sekarang orang lebih senang naik pesawat.

“Pesawat dari Kupang ke Sabu PP harga tiketnya Rp 2,4 juta, tapi mereka mau naik pesawat,” ujarnya.

Maria Londa (kanan) bersama Gubernur Frans Lebu Raya dan istri

Maria Londa (kanan) bersama Gubernur Frans Lebu Raya dan istri

Dalam pertemuan tadi, trio pentolan Flobamora Bali yakni Yusdi Diaz, Fredrik Billy dan Ardy Ganggas menghadirkan juga para atlit Bali asal NTT yang akan membela Bali dalam PON XIX di Bandung nanti. Salah satu atlit yang menjadi pusat perhatian adalah Maria Londa.

Maria Londa adalah atlit andalan Bali di nomor lompat jauh. Prestasinya terakhir adalah peraih medali emas Asian Games. Mahasiswi IKIP PGRI Bali ini baru saja kembali dari Rio de Janeiro membela Indonesia dalam event Olimpiade. Sayang di event ini dia tersisih di babak kualifikasi.

“Ini ada oleh-oleh dari Rio kemarin pak, mohon diterima,” kata Maria Londa sambil memberikan sebuah paper bag bertuliskan Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil kepada Gubernur Frans Lebu Raya. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment