Kapolres Flotim Unjuk Ketegasan-Eks Kantor PU Dieksekusi

Kapolres Flotim AKBP Irhsan Yandri. Foto: balinewsnetwork/rahman sabon nama

Larantuka/BaliNewsNetwork-Kapolres Flores Timur AKBP Irshan Yandri  sungguh menunjukan ketegasannya dalam pelaksanaan eksekusi eks kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Flores Timur oleh juru sita Pengadilan Negeri Larantuka pada Kamis (25/8) . Perdebatan para ahli waris dengan Ketua Panitera Darius Dillak, SH  terhadap ketidakadilan perilaku perintah eksekusi oleh pihak Pengadilan Negeri Larantuka mendorong Kapolres Yandri untuk tampil dan bersuara.

Dengan suara penuh wibawa, AKBP Yandri yang sebelumnya berada di deretan belakang pasukan pengamanan jalannya eksekusi,  langsung mengheningkan perdebatan tersebut.

“Sebagai penanggungjawab Kamtibmas di daerah ini saya minta agar pihak-pihak tergugat kasasi untuk melaksanakan perintah Pengadilan Negeri ini. Semuanya telah diputuskan dan tadi sudah dibacakan semuanya itu oleh Panitera. Oleh karena itu saya beri waktu 30 menit untuk penghuni bangunan mengosongkan rumah ini. Termasuk bangunan yang ditempati Kadis PU Tamben. Saya beri waktu setengah jam,” ucapnya yang langsung diikuti dengan pergerakan tim eksekusi.

Sebagaimana yang disaksikan www.balinewsnetwork.com, usai melakukan seremonial eksekusi sebagaimana lasimnya terjadi, pihak panitera yang dikawal oleh aparat keamanan dari Polres Flotim, Kodim 1624 dan Polisi Pamong Praja bergerak menuju bangunan yang selama ini ditempati oleh Kadis PU dan Tamben John Fernandes. Walaupun Kadis PU Tamben itu sedang tidak berada di tempat toh pihak Panitera tetap menjalankan pengosongan.  Alhasil 1 truck dan 1 tronton terpaksa dikerahkan untuk mengangkut isi dalam rumah dinas sang kadis tersebut.

Setelah pengosongan kediaman John Fernandes, pihak juru sita mengarahkan ahli waris penggugat mengosongkan rumah yang selama ini ditempati mereka. Walau berisikan aksi protes, toh pengosongan itu tetap dijalankan.

AKBP Yandri Irshan mengamankan eksekusi kantor Dinas PU Tamben Flotim.

AKBP Irshan Yandri mengamankan eksekusi.

“Kami menghargai keputusan eksekusi ini. Kami menerima secara de jure. Namun kami tidak menerima secara de facto. Kenapa? Karena sampai detik ini Pemda Flotim belum bisa membuktikan pembayaran atas tanah ini. Pun pula keluarga tidak perna menerima hasil keputusan kasasi,” tegas Sam Kwen yang mewakili keluarga penggugat.

Bahkan secara tegas beberapa ahli waris penggugat sempat meneriaki  aksi nakal para elite Pemda Flotim yang sengaja memainkan jurus Abu Nabas untuk menghalangi tuntutan pembayaran tanah tersebut.

“Sangat buruk Pemda Flotim. Sudah belasan tahun perkara ini berlangsung. Sudah capai kami bertemu dalam rapat bersama mereka. Yang ada hanyalah janji nanti akan dibayar. Nyatanya? Kami turuti perintah kosongkan namun ingat, tanah ini tetap kami punya,” teriak Oncu Mery berapi-api dengan tetap menolak untuk menandatangi berita acara eksekusi. (emnir).

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment