Usut Kematian Yufrinda, LPSK Temui Keluarga Korban

Wakil Ketua LPSK Dr. H. Askari Razak, SH.,MH, (kiri) saat memberi keterangan pers di Hotel Aston Kupang, Jumat (12/8/2016)

Kupang/BaliNewsNetwork-Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Kamis (11/8/2016) mendatangi keluarga Yufrinda Selan di Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Yufrinda merupakan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal NTT yang ditemukan tewas di rumah majikannya beberapa waktu lalu. Ironisnya, saat dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter RSUD Soe TTS, tubuh korban ditemukan penuh jahitan. Diduga kuat, organ tubuh korban telah diambil.

Wakil Ketua LPSK Dr. H. Askari Razak,SH., MH kepada wartawan, Jumat (12/8/2016) mengatakan, kehadiran LPSK atas pengaduan dari keluarga korban. Kasus Yufrinda menurutnya, merupakan salah satu prioritas pihak LPSK.

“Kedatangan kami atas laporan keluarga korban, sehingga sebagai lembaga yang diamanatkan oleh undang-undang, kami harus merespon setiap laporan masyarakat,” kata Askari.

Dia berharap, keluarga korban bisa memberikan informasi sebanyak-banyaknya guna membantu pihaknya mengungkap kematian korban. LPSK, lanjut Askari, sudah berkoordinasi dengan pihak Polda NTT terkait proses hukum yang tengah didalami Polda NTT.

“Tugas kami membantu pihak kepolisian untuk mengungkap tuntas kasus ini,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, usai dilakukan pemeriksaan luar oleh, dr. Setyadi Permana Hardjo terhadap jasad Yufrinda Selan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, ternyata ditemukan tubuh korban penuh jahitan.

Selain tubuh penuh jahitan, identitas korban, Yufrinda Selan juga direkayasa oleh petugas dan PT yang mengirimkan korban ke Malaysia. Buktinya, nama asli korban, Yufrinda Selan dirubah menjadi Petoy Melinda Sapay warga Camplong, Kabupaten Kupang, seperti tertera dalan dokumen TKW yang dimiliki korban. (amar ola keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment