Terdakwa Penganiayaan Berat Divonis Empat Tahun Penjara

Terdakwa Melkianus B. Lusi saat mendengar putusan di PN Kupang, Kamis (4/8/2016)

Kupang/BaliNewsNetwork-Terdakwa kasus penganiayaan berat di Kelurahan Naibonat, Kabupaten Kupang, Melkianus B. Lusi (31) divonis empat tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa 15 tahun penjara. Vonis itu dibacakan majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Kupang, Kamis (4/8/2016).

Sebelumnya, empat terdakwa lain, ES, LS, DL, YK sudah divonis 12 tahun penjara. Mereka terbukti bersalah melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban, Dionisius Gusmao tewas dan Jose Soares mengalami luka berat.

Menurut majelis hakim, terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan terhadap korban tewas, Dionismao Gusmao (17) seperti dalam dakwaan primer. Namun, dari keterangan para saksi, terdakwa terbukti secara sah melawan hukum turut serta melakukan penganiayaan berat terhadap korban, Jose Soares (17). Perbuatan terdakwa melanggar pasal 351 ayat (2) dan pasal 9 KUHP tentang penganiayaan berat.

(Divonis EmpatTahun, Istri Terdakwa kecewa)

Hal yang memberatkan terdakwa, yakni perbuatan terdakwa menyebabkan pelaku mengalami luka berat dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan, yakni terdakwa berlaku sopan dalam persidangan dan tidak pernah dihukum. Atas putusan itu, JPU R. Angga Aprianto dan kuasa hukum terdakwa Melkianus B. Lusi, Lukas Mbulang mengatakan pikir-pikir untuk melakukan upaya banding.

Untuk diketahui, kasus pengeroyokan itu berawal saat  Dionisius Gusmao (korban tewas) dan Jose Soares (korban sekarat) berupaya membakar salah satu kios tambal ban di Naibonat pada bulan Januari lalu.

Rupanya upaya itu dipergoki lima pemuda (tersangka) sehingga langsung mengeroyok Dionisius hingga tewas dan Jose Soares hingga sekarat. (amar ola keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment