Setelah Gadai Tanah, Gantung Diri

Ilustrasi tewas gantung diri. Foto: Balinewsnetwork/ist

Tabanan/Blainewsnetwork-I Ketut Kandra (45) petani asal Banjar Bangal Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat ditemukan tewas gatung diri di pohon jeruk kebunya, Jumat (22/07/2017). Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena permasalahan tanah. Dua bulan lalu,  korban sempat menggadaikan sertifikat tanah seluas 30 are.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tubuh korban pertama kali ditemukan dalam posisi menggantung di pohon jeruk oleh Ni Made Sanitri (40). Saat itu sekitar pukul 06.00 Wita, saksi Sanitri hendak mengambil kayu bakar di gubuk dekat dapurnya. Tiba tiba melihat sesuatu yang tergantung. Setelah dicek ternyata korban yang juga kakak saksi  telah tergantung di kebun yang berjarak kurang lebih 5 meter dari rumahnya. Saksi sempat memegang tangan korban dan merasakan tangan korban sudah dingin. Selanjutnya saksi menelepon I Ketut Sukardi. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Posek Selemadeg Barat (Selbar).

Sekira pukul 07.30 wita unit Opsnal Polsek  Selbar tiba untuk olah TKP. Korban tergantung di pohon jeruk, menggunakan tali senar warna putih berdiameter 4 mm. Korban saat itu masih menggunakan baju kaos warna abu-abu dan celana jeans warna putih. Tinggi ikatan tali di cabang pohon jeruk sekitar 280 cm, jarak kaki dengan tanah 30 cm, jarak ikatan tali dengan simpul jeratan di leher 90 cm, jarak simpul jeratan leher dengan tanah 190 cm.

Selanjunya tubuh korban diturunkan dan dibawa ke rumah duka. Setelah itu dilakukan pemeriksaan luar oleh bidan Puskesmas Selemadeg Barat  I Putu Suardana. Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban, pada mulut korban keluar air liur, pada kelamin keluar air mani, pada leher korban terdapat luka memar yang disebabkan jeratan tali sekitar 20 cm. Diperkirakan korban meninggal lebih dari 5 jam. Dipastikan, korban murni meninggal karena gantung diri.

Menurut keterangan saksi I Ketut Sukardi bahwa sekitar 2 bulan yang lalu korban gadaikan sertifikat tanah 30 are dengan uang Rp 170 juta.  Kemudian saksi Sukardi sudah menebus sertifikat tersebut  dan korban tetap diberikan mengelola kebun. (ram)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment