Damkar Bantuan Jepang, Tergelincir di  Jalur Tengkorak

Mobil Damkar yang tergelincir. Foto: Balinewsnetwork/ram

Tabanan/Balinewsnetwork— Mobil pemadam kebakaran bantuan pemerintah Jepang tergelincir di jalur tengkorak tepatnya di jalan Denpasar – Gilimanuk Banjar Samsam, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Kamis (21/07/2016) .

Damkar buatan  tahun 1985 itu tergelicir saat menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran pabrik aspal di Banjar Semaja, Desa Bengkel Sari, Kecamatan Selemadeg Barat. Beruntung tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut, empat PMK Tabanan yang ikut serta dalam kedaraan itu selamat. Hanya saja mobil PMK buatan Jepang tersebut harus ditarik dengan Derek, karena ban depan dan belakang sebelah kiri masuk got sedalam 60 cm.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, dua armada Pemadam Kebakaran Tabanan meluncur ke TKP kebakaran pabrik aspal di Banjar Semaja, Desa Bengkel Sari, Kecamatan Selemadeg Barat. Saat itu sekitar pukul 08.15 wita dua mobil PMK Tabanan berangkat dari markasnya di Tabanan menuju lokasi kebakaran. Namun naas mobil dengan nomor DK 9321 G keberangkatan ke dua apes ditengah perjalanan dan tiba di Banjar Samsam, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, karena kecepatan tinggi dan jalanan licin mobil tidak bisa dikendalikan sehingga tergelincir ke Got sedalam 60 cm.

“Jalan licin, rem tidak berfungsi dengan baik, sehingga untuk hindari tabrakan dengan truk di depan,  saya banting setir ke kanan sehingga langsung masuk got,” ujar I Wayan Agus Edi Sanjaya (45) sopir Damkar naas tersebut. Selain masalah dengan rim, 1.500 liter air yang diangkut membuat mobil sulit dikendalikan.

Sementara itu Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan, I Ketut Suardi mengatakan jika armadanya yang sudah tahun 1985 ini, tergelincir disebabkan jalanan licin sehingga rem tidak bisa berfungsi dengan baik. “Rem tidak ada blong, ini memang karena jalan licin,” ujarnya.

Atas kejadian itu ia belum bisa  mengetahui dengan detail kerusakan dari armadanya. Namun yang menjadi permasalahan adalah biaya mobil Derek yang akan mengembalikan mobil pemadam ke posisi semula. “Biaya Derek sekitar Rp 4,5 Juta cukup lumayan, belum lagi biaya perawatanya,” jelasnya. Tergelincirnya satu armada pemadam kebakaran Tabanan membuat jalur utama Denpasar –  Gilimanuk sempat dibuka tutup.

Sementara itu Pabrik aspal PT Dayu yang sebelumnya dipermasalahkan oleh masyarakat karena izin tempat tak sesuai kesepakatan terbakar sekitar pukul 07.20 wita. Namun api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit oleh dua unit Damkar Pemkab Tabanan.

Menurut  salah satu saksi  I Wayan Widiasa (48) kebakaran terjadi dipicu karena alat pemanas aspal tersebut membakar pipa oli pemanas yang  bocor. Akibatnya, api  membesar setinggi 4 meter. Beruntung saksi dengan sigap yang dibantu rekanya yang lain di PT Dayu berusaha memadamkan api. Warga Banjar Semaja dan Bonian ikut membantu agar api tidak merembet ke rumah penduduk yang jaraknya berdekatan dengan pabrik. Beruntung kejadian ini tidak adanya korban jiwa.

Kapolsek Selamadeg Barat AKP I Wayan Bayu Parwata membenarkan kebakaran tersebut. Diduga karna alat pemanas aspal membakar pipa oli yang bocor, sehingga api menyambar dengan cepat. Untuk saat ini masih akan dilakukan penyelidikan. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kepastian penyebab kekabaran,” jelas AKP Bayu.  (ram)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment