ilustrasi korban tewas

ilustrasi korban tewas. Foto: Balinewsnetwork/ist.

foto : Ilustrasi

Kupang/Balinewsnetwork-Kasus kecelakaan kerja kembali terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kali ini seorang karyawan Toko Bangunan (TB) Proton, Guido Opat alias Aldo (16), tewas di tempat kejadian perkara (TKP) setelah tertimpa kaca di atas konteiner milik ekspedisi Meratus.

Peristiwa naas itu terjadi di jalan Amabi, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, persisinya di depan kantor Indomobil Finance samping asrama haji yang berhadapan dengan toko Bangunan Proton, Senin (04/07/2016) sekitar pukul 10.00 Wita. Akibatnya, pemuda asal Kualeu, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten TTS itu langsung tewas.

(Korban Anak di Bawah Umur)

Pantauan media ini, sejumlah karyawan TB Proton bersama warga sekitar dan aparat kepolisian Polres Kupang Kota yang berusaha mengevakuasi jasad korban mengalami kesulitan. Pasalnya, kaca yang jatuh dan menimpa korban pecah tak beraturan. Oleh karena itu, proses evakuasi jasad korban baru berhasil dilakukan sekira pukul 11.00.

Posisi korban saat tertimpa kaca di atas konteiner berdiri menyamping. Kejadian kecelakaan kerja itu juga menyita perhatian warga sekitar termasuk warga yang melintas di jalan Amabi. Akibatnya arus lalulintas sempat macet beberapa saat. Namun, kemacetan tersebut berhasil diurai dengan bantuan aparat Polres Kupang Kota.

Usai dilakukan evakuasi, jasad korban langsung dibawa ke ruang IPJ RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang untuk proses visum et repertum. Selanjutnya, jasad Guido Opat alias Aldo diserahkan lagi ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Tante korban, Anisia Opat di TKP mengaku, selama ini korban tinggal menetap di Kupang bersamanya.

“Dia (Guido Opat alias Aldo-red) tinggal sama- sama dengan saya di jalan Damai, RT 13/ RW 04, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Tapi karena sudah kerja di Toko Bangunan Proton, maka dia tinggal di toko. Tadi, saya dapat informasi bahwa dia celaka karena kerja dari informasi tetangga makanya saya datang,” sebut Anisia.

Thomas Theodorus, saksi mata sekaligus pemilik TB Proton menuturkan, sebelum kejadian, ia dan lima orang karyawannya sementara bekerja menurunkan kaca dari dalam konteiner ke truk untuk diturunkan di gudang.

“Tadi, kejadiannya tiba- tiba saja. Saya, korban dan Asron Kawatang Salondo yang ada di dalam konteiner. Sementara karyawan yang lain di mobil truk. Dia (Guido Opat) sempat teriak kaca jatuh. Saya dan Asron Kawatang Salondo langsung duduk. Sementara dia tetap berdiri sehingga kena tindis kaca,” sebut Thomas Theodorus.

Saksi mata lainnya, Asron Kawatang Salondo mengaku, mereka mulai bekerja menurunkan kaca dari dalam konteiner ke truk untuk dibawa ke gudang sekira pukul 07.30. Saat sementara kerja, tiba- tiba kaca jatuh dan langsung menindis korban sampai tewas di TKP.

“Dia sempat teriak kaca jatuh. Saya dan bos langsung duduk. Sementara dia berdiri saja sehingga kena tindis. Saya sempat lihat dia berusaha pegang kaca tapi hanya sebentar saja dan langsung mati,” ucap saksi dengan kondisi wajah pucat karena trauma atas kejadian itu. (amar)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment