Terungkap dalam Rekonstruksi- Pembunuhan Pedagang Sayur  Direncakanan

Tersangka I Nengah Parna melakukan rekonstruksi pembunuhan selingkuhannya, seorang majikan pedagang sayur. Foto: Balinewsnetwork/ram

Tabanan/Balinewsnetwork-Rekonstruksi kasus pembunuhan pedagangn sayur Ni Ketut Dania (45)  dilangsungkan Selasa (28/6)  di sejumlah TKP (Tempat Kejadian Perkara ). Sebanyak 66 adegan diperagakan kedua tersangka I Nengah Parna (47) dan I Wayan Suarsana (19).

Dari sekian adegan,  terungkap tersangka Parna merencakana pembunuhan itu di kamar kos tersangka I Wayan Suarsana di Banjar Candikuning I, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti.

“Dua hari sebelum mengeksekusi korban, tersangka Parna merencanakan pembunuhan itu di kamar kost tersangka Suarsana,” jelas Kapolsek Baturiti AKP I Gede Made Surya Atmaja, di sela-sela rekonstruksi.

Rekonstruksi pertama dilakukan di tempat kos tersangka I Wayan Suarsana ,  asal Banjar Pucak Landep, Desa Tegal Lingga, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Di sebuah kamar kos tersangka Suarsana  di Banjar Candikuning I, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, tersangka I Nengah Parna curhat kepada Suarsana bahwa dirinya merasa sudah tak kuat lagi menjalin hubungan gelap dengan korban yang sudah berjalan selama 4 tahun.

Pada adegan ke 3, tersangka Parna kemudian mengajak Suarsana untuk membunuh korban dengan iming-iming sejumlah uang hasil dari menjual mobil Pick Up milik korban yang selama ini digunakan untuk berjualan sayur.

Selanjutnya eksekusi dilakukan di tempat tinggal tersangka I Nengah Parna yang berjarak hanya 10 meter dari kos tersangka Suarsana pada hari Selasa 14 Juni 2016. Saat itu korban datang ke rumah tersangka I Nengah Parna bersama anak angkatnya menggunakan sepeda motor Mio.

Pada adegan ke 22  dan 34 tersangka Parna membuh korban dengan cara memelintir leher korban dan memukul kepala korban menggunakan batu bata dan paving di dalam kamar tidur. Saat kejadian anak angkat korban  Agus Gunawan (5)  sedang tertidur lelap. Tersangka I Wayan Suarsana juga ikut memukul korban sebanyak satu kali.

Tidak puas memukul korban dengan bata dan paving, tersangka Parna sempat menyetrum korban dengan kabel yang ada di dalam kamar hingga mengeluarkan asap. Tersangka juga   menusuk kepala korban menggunakan obeng sebanyak dua kali untuk memastikan korban sudah tidak bernyawa. Setelah korban tak bernyawa,  tersangka I Nengah Parna sempat mengganti baju baju korban dan bersujud di depan jenazah korban sambil meminta maaf.

Adegan selanjutnya, tersangka I Wayan Suarsana, mengangkat jenazah korban dan sepeda motor ke mobil Pick up . Setelah berada di atas pick up, jenazah korban ditutup menggunakan terpal.

Kedua tersangka kemudian membuang jenazah korban di Banjar Bangli, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti. Untuk mengelabui polisi, tersangka menimpa jenazah korban dengan sepeda motor mio milik korban seolah-olah korban meninggal karena kecelakaan lalulintas.

“Awalnya jenazah korban hendak dibuang di Pacung, Baturiti, namun karena di TKP pembuangan kendaraan tidak bisa menanjak maka tersangka memutuskan untuk membuang jenazah korban di Desa Bangli,” sambung AKP Surya.

Adegan terakhir,  tersangka membuang pakaian korban di Jalur Denpasar-Singaraja memasuki Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Kapolres Tabanan, AKBP Putu Putera Sadana mengatakan rekonstruksi tersebut digelar untuk membuat terang pidana yang mengarah ke pasal 340 KUHP Subsider 338 tentang pembunuhan berencana.

“Pembunuhan ini mengarah ke pasal 340 KUHP Subsider 338 tentang pembunuhan berencana,” jelas Putera Sadana.

Sejauh ini pihaknya masih fokus kepada dua tersangka dan belum ditemukan keterlibatan tersangka lain. (ram)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment