Dandin 1619/Tabanan Letkol Inf. Herwin Gunawan Sidak Gudang Bulog Kediri

Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Herwin Gunawan sidang gudang Bulog Kediri. Foto: Balinewsnetwork/ram.

 

Tabanan/Balinewsnetwork-Hasil sidak TNI ke gudang Perum Bulog di Kediri, Tabanan, Senin (27/06/2016) ternyata cukup mengejutkan. Bulog belum mampu menyerap gabah dari petani Tabanan secara maksimal.

“Untuk daya serap beras di Tabanan tidak tercapai, hanya 155 ton dari taget 1.000 ton. Sedih juga kita, capek-capek nanam tapi pas panen kok gabah yang diserap tidak sesuai harapan, seharusnya Tabanan paling besar kalau dilihat daru jumlah arela sawahnya,” ungkap Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Herwin Gunawan.

Terhadap daya serap yang rendah tersebut Herwin Gunawan menyayangkan hal tersebut. Untuk itu Bulog harus mencari terobosan bagaimana sawah yang digarap petani melalui program Upsus ini bisa diserap. Dalam hal ini TNI hanya bisa memberikan pendampingan kepada petani sedangkan untuk penyerapannya Bulog yang mempunyai tugas karena ada anggaran serta tugasnya seperti itu.
“Ke depan harus ada trobosan dari Bulog untuk hal ini. Kalau urusan tanam sama pengairan TNI yang mempunyai tugas, sedangkan untuk daya serapnya itu Bulog yang punya tugas karena punya uang, bagaimana biar daya serap panen petani ini tinggi sesuai target. Bagaimana Bulog dan TNI bersinergi dalam program ketahanan pangan ini,” jelasnya.

Kepala Gudang Perum Bulog Kediri, I Ketut Sarjayasa saat menerima kunjungan dari Kodim 1619/ Tabanan mengatakan, untuk stok beras menjelang hari raya Idul Fitri dalam keadaan aman. Saat ini stok beras yang ada di Gudang Bulog Kediri mencapai 6.500 ton. Jumlah ini sangat aman bahkan Gudang Bulog yang ada di Tabanan membantu mensuplay ke Kabupaten Buleleng dan Klungkung.

“Stok beras kita sekarang mencapai 6.500 ton lebih, jadi untuk stok lebaran cukup banyak bahkan kita juga membantu mendrop ke Buleleng dan Kelungkung,” ungkapnya.

Sedangkan untuk daya serap gabah atau beras petani ke Bulog Tabanan dinilai masih kurang dan bahkan tidak mencapai target, sesuai target dari pusat per Januari sampai Juni sebanyak 1.000 ton beras. Namun sampai dengan Juni ini Bulog Tabanan hanya mampu menyerap 155 ton beras.

Menurut Sarjayasa hal ini disebabkan karena nilai beli yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk Bulog lebih rendah dari nilai pasaran. Dimana nilai yang dibeli oleh Bulog Rp 7.300 per kilo gram, sedangkan harga pasaran yang dibeli oleh para pengepul seharga Rp 8.500 per kilo gram. Dengan harga yang lebih murah ini menyebabkan petani lebih tertarik menjual beras keluar atau ke para pengepul karena harganya lebih mahal.

“Sampai dengan Juni ini kita baru bisa menyerap 155 ton beras dari target 1000 ton. Hal ini karena nilai beli kita lebih rendah dari pasaran, petani lebih tertarik untuk menjual keluar, kita hanya mampu membeli dengan harga Rp 7.300 sedangkan di luar lebih dari itu bahkan sampai Rp 8.500 per kilo,” kilahnya. (ram)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment