Kasus Pembunuhan Pedagang Sayur, Mahsiswa Asal Sukasada Tersangka Baru

IWS, Mahasiswa asal Sukasada, Buleleng, tersangak baru. Foto: bnn.com/ram.

Tabanan/bnn.com-Jajaran Polsek Baturiti terus mengungkap kasus pembunuhan pedagang sayur  Ni Ketut Dania (45) asal Banjar Abang, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Kabar terbaru polisi menetapkan tersangka baru yakni seorang mahasiswa, IWS (19) asal Banjar Pucak Landep, Desa Tegal Lingga, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

“Sudah ada tersangka baru, kemarin (20/6) ditetapkan sebagai tersangka,” jelas Kapolres Tabanan AKBP Putu Putera Sadana disela-sela menghadiri undangan Musda Partai Golkar Tabanan, Selasa (21/6/2016) .

Tersangka baru dalam kasus  pembunuhan itu terungkap karena kejanggalan kematian korban yang ditemukan di pinggir jalan tertindih motor, korban meninggal sementara motornya tidak mengalami kerusakan berarti.

AKBP Putera Sadana menambahkan, perkembangan kasus tersebut bisa mengarah ke tindak pidana pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup.

“Bisa diarahkan ke Pasal 340 KUHP, tapi masih dikembangkan penyidik,” ujarnya.

Pihaknya juga akan  gelar perkara terhadap kasus itu agar bukti-bukti yang diajukan dalam persidangan bisa lengkap dan tidak hanya mengacu pada keterangan tersangka.

“Nanti akan kami rilis, dan ada gelar perkara sehingga apa yang diajukan ke persidangan bisa jelas,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kapolsek Baturiti AKP I Gede Made Surya Atmaja saat dikonfirmasi melalui telepon. Pihaknya masih melakukan gelar kasus tekait kasus kematian pedagang sayur itu.

“Saya masih gelar kasus,” ujarnya singkat dari balik telepon.

Dengan ditetapkanya IWS sebagai tersangka baru, berarti sudah dua tersangka ddalam kasus kematian Ni Ketut Dania.  Sebelumnya polisi telah menetapkan  I Nengah Parna (47), yang tak lain adalah supir korban, sebagai tersangka pembuhunan  Ni Ketut Dania.

Kasus ini pembunuhan yang diduga karena sakit hati itu terungkap Rabu (15/06/2016) dini hari. Usai menghabisi korban, tersangka Parna langsung   membuang tubuh korban di  pinggir jalan tepatnya di   sebelah Puskesmas di Banjar Bangli Desa  Bangli, Kecamatan  Baturiti, Tabanan. Kasus ini terungkap saat warga setempat menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa tertindih sepeda motor. Seolah-olah korban meninggal karena kecelakaan lalulintas. (ram)

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment