Kali Kedua Buleleng Wajar Tanpa Pengecualian

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana  didampingi Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna menerima WTP di kantor Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Bali. Foto: bnn.com/ina

Singaraja/bnn.com-Masyarakat Buleleng patut berbangga hati atas kinerja pemerintahan Bupati Putu Agus Suradnyana – Wakil Bupati I Nyoman Sutjidra.  Karena untuk kedua kalinya kabupaten yang akrab disapa Kota Pendidikan itu  berhasil menunjukkan prestasinya dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan pemerintah.

Itu terbukti setelah kabupaten Buleleng dinobatkan sebagai predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kali kedua,  sesuai  Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2015 Buleleng.

Tak hanya itu, Buleleng berhasil melaporkan dan mempertanggungjawabkan LKPD terbaik di antara Sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali. Penghargaan tertinggi itu diterima langsung Bupati Buleleng Putu agus Suradnyana, ST  didampingi Ketua DPRD Gede Supriatna, Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., Asisten Administrasi Umum Ketut Astasemadi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bimantara, dan Kepala Inspektorat Buleleng Putu Yasa.

LHKP ini diserahkan oleh Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Bali Dori Santosa di kantor  BPKP Bali, Renon, Denpasar, Kamis (02/06/2016). Usai menerima penghargaan WTP, Bupati Suradnyana  mengatakan, capaian prestasi dalam hal pertanggungjawaban keuangan pemerintah ini sudah menajdi target dan progres setelah pihaknya memimpin Buleleng.

“Hal ini sudah menjadi target kami di saat kami menjadi bupati  Buleleng,” katanya.

Bahkan sejak mengawali memimpin Bali Utara prestasi di bidang ini pernah menerima opini discleamer kemudian meningkat menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan pertama kali merebut opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2014 dan tahun 2015 prestasi itu kembali dipertahankan untuk merebut WTP untuk kali kedua.

“Jujur saya sangat berbangga dengan kerja keras semua pihak dan dukungan masyarakat, sehingga target memperbaiki pengelolaan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan di daerah kita meningkat dari discleamer hingga sekarang WTP dua kali berturut turut,” katanya dengan penuh bangga.

Menurut bupati yang dikenal dengan sebutan PAS dan merakyat ini, opini WTP yang kali kedua ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menerapkan pola pengelolaan keuangan berbasis aqrual yang terkenal ketat dan mengedepankan prinsip transparansi.  Untuk itu, bagaimana prestasi yang sudah dicapai ini menjadi pelecut semangat bagi jajarannya di daerah dalam mengelola keuangan pemerintah dengan akuntablitas dan transfaran.

“Sangat berat ketika kebijakan pengelolaan keuangan daerah dengan sangat ketat ini kita bisa menunjukkan prestasi dengan mempertanggungjawabkan keuangan dengan sangat baik dan bebuah manis bisa merebut opini tertinggi yang diberikan BPK Perwakilan Bali,” tegasnya.

Di sisi lain Bupati PAS mengatakan, di balik kesuksesan merebut predikat WTP ini pihaknya memiliki sasaran yang lebih penting untuk menambah kepercayaan masyarakat dalam mendukung pembangunan di daerah. Tidak itu saja, dari prestasi ini dijadikan ‘modal’ untuk mendapatkan simpati dan dukungan pemerintah pusat yang memberikan penghargaan dalam bentuk kucuran Dana Alokasi Umum (DAU).

Sejak menerima WTP tahun 2014 lalu, Buleleng mendapat kucuran DAU sebesar Rp 5 miliar. Hal ini sebagai partisipasi pusat atas komitmen pemerintah daerah dalam melakukan perbaikan kebijakan pengelolaan keuangan di daerah. Untuk itu, prestasi WTP tahun 2015 ini kembali diharapkan membuahkan hasil manis dan pemerintah pusat kembali mengucurkan DAU untuk mendukung pembangunan di Buleleng.

“Target saya DAU yang kita dapat dari pusat sebagai partisipasi prestasi yang kita peroleh ini sampai Rp 15 miliar. Ini penting karena membangun daerah kita butuh komitmen dan dukungan anggaran yang memadai,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BPK Perwakilan Bali Dori Santosa mengatakan, dari LHP kabupaten dan kota yang mendapat opini WTP, Buleleng menempati posisi terbaik di Bali. Predikat terbaik ini terletak pada komitmen pemernitah daerah dalam menindaklanjuti dan menyempurnakan apa yang menjadi catatan dalam penilaian LHP tahun-tahun sebelumnya.

Untuk itu, apa yang sudah diraih Buleleng ini diharapkan diikuti oleh kabupaten dan kota lain, sehingga sasaran akhir pengambil kebijakan di daerah ini bisa melaksanakan keuangan dan mempertanggungjawabkan keuangan dengan transparan, bertanggungjawab dan bebas korupsi.

Menanggapi prestasi pihak eksekutif itu, Ketua Dewan DPRD Buleleng Gede Supriatna  merespon positif prestasiyang dicapai duet  Bupati Suradnyana – Wakil Biupati Sutjidra.

“Terus terang kami merasa bangga dengan Kabupaten Buleleng yang mampu merebut prestasi dengan meraih WTP dengan tidak tanggung-tanggung terbaik di antara kabupaten dan kota di Bali. Sangat tepat dengan jargonnya PAS di hati,” katanya. (ina)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment