Dalami Teknologi Informasi dan Seni, Mahasiswa Perancis Internship di STIKOM Bali

Tiga mahassiwa Polytech Montpellier, Perancis:  Piere Laborde (empat dari kiri), Gabriel Artigues (tujuh dari kiri), dan Charles Bordier (delapan dari kri) bersama manajemen STIKOM Bali. Foto: bnn/Rahman Sabon Nama

Denpasar/bnn.com-Tiga mahasiswa program studi Teknologi Informasi dari  Polytech Montpellier, Perancis  yakni Piere Laborde, Gabriel Artigues, dan Charles Bordier, mulai Senin (06/06/2016) hingga tiga bulan ke depan mengikuti program magang (internship) di STIKOM Bali.

Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menjelaskan, program internship mahasiswa dari Perancis ini merupakan program mahasiswa Perancis setiap tahun yang dilakukan  di STIKOM Bali, karena di Eropa, kata Dadang,  seperti halnya Polytech Montepellier, mahasiswa semester akhir diwajibkan mengikuti program magang (internship) ke luar negeri selama tiga bulan sebelum menyelesaikan studinya.

“Ketiga mahasiswa Peranics ini selama tiga bulan di STIKOM Bali, mereka akan mengikuti perkuliahan sesuai bidang ilmunya dan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler tentang seni dan budaya, serta  program kunjungan ke  industri kecil dan menengah di Bali,” kata Dadang Hermawan.

Ketua Program Internasional STIKOM Bali Yudi Agusta, Ph.D menambahkan, kerja sama dengan Polytech Montepellier  sudah dimulai sejak tahun 2005. “Setiap tahun mereka mengirim mahasiswanya untuk magang di STIKOM Bali,” kata Yudi Agusta.

Selama di  Bali, biaya hidup dan penginapan ditanggung masing-masing. “Kita di STIKOM Bali hanya menyediakan fasilitas untuk mendukung kegiatan perkuliahan mereka dan memfasilitasi mereka melakukan kunjungan ke industri,” terang Yudi Agusta.

MAHASISWA PERANCIS-1

Ketiga mahasiswa Perancis ini Sabtu (04/06/2016) diterima secara resmi oleh manajemen STIKOM Bali dan pengurus Yayasan Widya Dharma Santhi (WDS)-yang menaungi STIKOM Bali. Pada kesempatan itu Pembina Yayasan WDS Prof. Dr. Made Bandem,  menyarankan kepada ketiga mahasiswa ini untuk mengunjungi desa Singapadu, kabuaten Gianyar untuk melihat secara langsung kehidupan seni budaya Bali di desa. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment