Tunggakan Pajak Galian C  Sisa Rp 4,05 Miliar

Lokasi Galian C di desa Sebudi, kecamatam Selat, Karangasem. Foto: bnn.com/ina

Amlapura/bnn.com-Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Karangasem I Nengah Toya membantah tunggakan pajak galian C mencapai Rp 16 miliar.

“Berdasarkan perhitungan terkahir oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan Bali, tunggakan pajak galian C tahun 2015 sebesar Rp 8,1 miliar,” sebutnya, kemarin.

Dia menjelaskan,  setelah kasus kebocoran itu menyeruak dan menjadi soroatan DPRD Krangasem, para penunggak pajak galian C mulai membayarnya. “Saat ini tunggakan pajak galian C hanya tersisa Rp 4,05 miliar,” ujarnya.

Nengah Toya memastikan, akan terus mendesak para penunggak pajak galian C untuk segera melunasi hutang pajak tersebut plus bunga 2 persen sesuai aturan yang ada.

“Sekalipun perusahaannya sudah bangkrut, kami tetap akan menagih,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan itu agar tidak terulang lagi Dinas Pendapatan Karangasem berencana melakukan mutasi besar-besaran terhadap petugas penjaga portal pintu masuk  galian C dan razia rutin di lokasi.

Selain itu akan dipasang pintu tol elektrik guna menghadang para supir yang selama ini dikenal nakal. Ada empat titik yang bakal dipasangi pintu tol elektrik. Yakni di  Jl. Ahmad Yani, Amlapuran; Sidemen, Rendang, dan Kubu.  “Pemasanagan tol elektrik ini sudah disetujui DPRD Karangasem,” sebutnya.

Dia mewanti-wanti dengan diterapkan tol elektrik  akan berdampak pada pengurangan pegawai. Para supir nakal juga akan berusaha menghindari pajak dengan mencari jalan alternatif. ”Tapi kami sudah antisipasi. kami akan terjunkan petugas portal ke jalan-jalan tikus yang bakal menjadi alternatif para supir menuju lokasi galian C,” jelas Nengah Toya.

Perlu diketahui, lokasi galian C di desa Sebudi, kecamatan Selat selama ini menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) terbesar bagi kabupaten Karangasem. (ina)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment