Seleksi Panwas Flores Timur – Biar Dijegal, Rofin Kopong  Tetap Cuek

ROFINUS KOPONG TERON, SH

Larantukan/Balinewsnet-Keikutsertaan Rofinus Kopong Teron, SH dalam seleksi Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Flores Timur (Flotim) tahun 2017 rupanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian elite birokrat Flotim. Tanpa ragu, baik Sekda Flotim Anton Tonce Matutina, BA.,  SH, Kepala BKD Fidelis Larantukan dan Kepala Inspektorat Daerah Flotim Achmad Betan, SH., M.Si  menemui  Komisioner Bawaslu NTT pada Senin (30/5/2016) dan mempersoalkan keikutsertaan oknum PNS yang sedang bertugas pada kantor camat Solor Barat itu.

Alasan yang disodorkan mereka, Rofinus Kopong Teron  sedang  menjalani sanksi berat oleh bupati Flotim terkait sikapanya yang “keras kepala” ketika maju dalam seleksi Panwas periode sebelumnya. Kasusnya  kini sedang dalam proses banding di PTUN Surabaya.  Dengan begitu, mereka berharap  bisa mematahkan langkah mantan Kabag Hukum di era pemerintahan Simon Hayon-Yosni Herin itu.

Ketua Bawaslu NTT Nelce Ringu, SPt yang dikonfirmasi di sela-sela kegiatan fit and proper test  calon anggota Panwas Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Flotim di Hotel Geo Permai Larantuka Kamis (2/6/2016) membenarkan kedatangan utusan Pemda Flotim itu.

Didampingi dua anggota Bawaslu Yopi Beno dan Jemris Fointuna, Nelce menegaskan pada prinsipnya proses seleksi anggota Panwas ini dilaksanakan secara terbuka dengan tujuan meminta masukan warga terkait para calon.

“Benar pada Senin (30/5) kemarin kami didatangi tiga orang wakil Pemda Flotim dan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan keikutsertaan seorang PNS bernama Rofin Kopong. Kami terima dan kami dalami semua materi laporan tersebut dan akan kami nyatakan sikap dalam keputusan kami usai melakukan pleno. Intinya adalah Rofin yang adalah PNS sangat dimungkinkan oleh aturan untuk berada di lembaga ini dengan mengikuti tata aturan lainnya. Semisal, menyatakan kesediaan bekerja sepenuh waktu. Makanya ada persyaratan lain yang kita minta walau tidak harus, adalah perlu adanya rekomendasi dari atasan (bupati) untuk mengikuti seleksi tersebut. Kami akan dalami laporan yang telah disampaikan itu.” tegasnya.

Sementara itu, Rofin Kopong mengaku kaget kenapa dirinya selalu dipersoalkan. Namun baginya daripada membuang waktu dan energi untuk mengulas upaya penjegalan dirinya,  Rofin lebih senang menikmati situasi seleksi yang kini telah sampai pada tahap akhir.

“Saya cuek saja membaca upaya penjegalan saya lewat media online tadi malam. Walau kaget tapi saya bertanya apa maksud mereka itu? Di periode lalu saya dipersoalkan karena tidak mengantongi rekomendasi bupati dalam seleksi Panwas Pilcaleg. Bahwa itu salah, terus sekarang saya mengantongi rekomendasi bupati itu. Itu juga salah. Mau mereka apa e?,” ujar PNS Flotim yang terkenal “kepala batu” itu sambil beujar,  “cuek sa”.

Kondisi tersebut baginya hanya mau memperlihatkan kepada publik Flotim sedang ada kubu-kubuan di pemerintahan daerah Flotim. Adalah bijak bila baik Sekda, Kepala BKD dan Kepala Irda terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan Bupati Flotim. Bila dari pembicaraan itu ternyata Bupati Yosni mengaku tidak pernah mengeluarkan rekomendasi tersebut, barulah mereka menemui  Bawaslu. Itu baru namanya pejabat berintelek, berahklak dan bermoral.

“Jangan jadi ja’im, otak kosong,” cocornya sambil ngakak. (Emnir)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment