Musim Tanam, Padi Diserang Wereng

Sebagian  lahan sawah  yang diserang hama wereng, Selasa (31/5).

Negara/BNN-Benar-benar membuat petani kelimpungan dan meratap, padahal sudah masuk musim tanam, namun kenyataaannya tanaman padi banyak layu, lantaran diserang hama wereng. Kondisi ini tampak terlihat di subak Keduwa, di kelurahan Lelateng, kecamatan Negara. Serangan hama wereng ini sudah terjadi sejak sebulan yang lalu. Petani setempat berupaya untuk menghilangkan hama wereng tersebut dan menggantikan bibit tanaman padi dengan yang baru. Namun serangan hama wereng tetap terjadi.

Gede Ramika, salah satu anggota subak Keduwa, Selasa (31/5) mengatakan  lahan sawahnya seluas 70 are yang ditanami padi, kini mulai terserang hama wereng. Jelas serangan hama wereng ini, menyebabkan banyak tanaman padi layu dan mati. “Sudah sejak sebulan ini, tanaman padi diserang wereng,” ujarnya.

Sekarang ini sudah masuk pada musim tanam dan menginjak tanam kedua, lantaran didukung persediaan air yang cukup dan ditambah air hujan. Kondisi ini rentan terserang wereng. Serangan wereng menyebar hingga ke wilayah subak Baluk dan desa Tegal Badeng.

“Serangan wereng ini membuat kami kelimpungan dan kewalahan,” ujarnya.

Para petani berupaya untuk menyelamatkan  tanaman padinya, di antaranya dengan melakukan penyemprotan insektisida sebanyak enam kali, termasuk melakukan pengurasan dan mengeringkan lahan sawahnya. Tetapi kondisi tersebut tak maksimal dilakukan, sehingga tanaman padinya diganti. Hal ini, katanya, sudah dikoordinasikan ke pengurus subak.

Hal yang sama juga disampaikan Ketut Budiasa, krama subak lainnya. Dia menanam padi di lahan seluas 80 are. Kondisinya sama, padi yang baru ditanam sebulan, sudah banyak yang layu dan mati, akibat diserang hama wereng. Dia mengaku sudah berusaha untuk menyelamatkan tanaman padi yang terserang hama wereng dengan menyemprot berulang-ulang. Biaya yang dikeluarkan pun, makin bertambah.

“Serangan wereng ini makin meluas saja,” ujarnya.

Terpisah,  Kadis Pertanian Ketut Wiratma  mengaku belum menerima laporan  terkait adanya serangan hama wereng. “Kami akan  cek,  karena memang belum ada laporan dari pengurus subak. Bila banyak yang terkena serangan wereng, kami akan berupaya membantu,” ujarnya. (agp)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment