11 Warga Jatiluwih Digigit Anjing Rabies

anjing rabies. Foto: BNN/dok

Tabanan/BNN-Sebelas warga di desa Jatiluwih, kecamatan Penebel, Tabanan digigit anjing positif  rabies.  Kesebelas warga tersebut berasal dari dua banjar yakni banjar Jatiluwih dan banjar Gunung Sari Desa Jatiluwih.

Salah seorang warga yang digigit, Selasa (31/5) kemarin  menjalani perawatan  di BRSU Tabanan karena lukanya paling parah.

Kesebelas warga yang menjadi korban gigit anjing positif rabies itu adalah dari Banjar Jatiluwih yakni Ni Nengah Wastini (54) , Ni Nengah Darmawanti (45)  Ni Wayan Catur dan (64)   Ni Wayan Manik ( 26). Mereka digigit pada Minggu (29/5). Sedangkan yang dari Banjar Gunung Sari Desa, yakni I Made Murdiana (32) , I Made Tinggal ( 70)  Ni Ketut Rakin ( 59 )  Ni Ayu Pujianta (43)  I Made Budiastra (54)  I Kadek Mardikayasa ( 50)  dan Ni Made Suratni (69). Mereka  digigit pada Senin (30/5). Sebanyak  4 korban dinyatakan resiko tinggi karena mendapatkan Serum Anti Rabies (SAR, dan tujuh warga sudah mendapatkan Vaksinasi Anti Rabies (VAR).

Made Tinggal (70 ) yang digigit di bawah kelopak mata dada kanan, kedua tangannya tangan kanan mengelupas, dan pada bagian kaki kanan, masih menjalani perawatan di BRSU Tabanan.

Menurut anak korban I Nengah Sumidra Yasa, (40)  saat itu pada Senin, (30/5) pagi pukul 06.30 pada saat ayahnya digigit anjing irinya sedang ke ladang mencari rumput untuk sapinya. Hanya saja ada anaknya Ni Kadek Yuliantina (19)  yang sedang sakit tidak bisa mendengar teriakan ayahnya.

Ia menuturkan, ayahnya tersebut waktu itu sedang selesai kencing dari bangun tidur yang kemudian langsung duduk di teras rumahnya. Tiba-tiba ada anjing liar warna kuning kemerahan masuk rumah korban yang langsung menggigit lutut korban. Sempat katanya Tinggal berteriak dan melawan menggunakan tulud (alat pemerataan tanah persawahan) namun karena Tinggal sudah Tua tidak bisa melawan ganasnya anjing yang sempat menyeret Tinggal sepanjang 2 meter hingga sampai keluar Rumah. Beruntung ada warga yang menolong Tinggal hingga dibawa ke Bidan terdekat. “Saya waktu itu tidak ada dirumah, sementara ayah saya sudah berada di Bidan dan langsung dibawa ke Puskesmas Penebel 1,” ujarnya.

Sementara itu  korban mengaku tiba-tiba ada anjing masuk rumahnya dan langsung mengigit lutut, setelah itu ketangan dan ingin melawan menggunakan tulud tapi langsung rebah ke tanah. “Saya ditolong warga di luar rumah,” ujarnya.

Perbekel Desa Jatiluwih, I Wayan Kartika menjelaskan sebelum kejadian itu telah dilakukan vaksinasi masal. “Yang mengigit itu anjing liar,” jelasnya. Kesebelas warganya yang menjadi korban  sudah mendapatkan SAR dan VAR.

Kepala Dinas Peternakan Tabanan, I Wayan Kotio menambahkan, daerah lokasi terjadinya kasus gigitan telah dilakukan vaksinasi massal. Ia menduga anjing liar yang mengigit warga  Desa Jatiluwih itu hidup di hutan dan kebun yang tidak terjangkau vaksinasi.  Rabu  (10.05/2015) pihaknya akan menyisir tiga banjar  di  Jatiluwih guna mengeliminasi anjing liar. (ram)

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment