100  Anggota TNI Dilatih Gunakan Mesin Penanam Padi

Anggota TNI sedang mencoba mesin penanam padi otomatsi atau rice transplanter. Foto: BNN/ram

TABANAN-Sebanyak 100 anggota TNI dari  jajaran 10 kodim di Bali dan Nusa Tenggara Barat mengikuti pelatihan  cara  pembibitan, perawatan cara menanam padi di persawahan menggunakan mesin penanam padi otomatis atau rice transplanter.

Pelatihan ini berlangsung di subak Timpag, Banjar Belodan, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Tabanan itu dimulai Selasa ( 31/5) .

Kepala Staf Kodim 1619 Tabanan, Mayor I Nyoman Salindra mengatakan  saat ini Kodim Tabanan mendapat bantuan dari pusat berupa 5 unit rice transplanter,  5 unit traktor,  dan 10 unit pompa air.

“Bantuan alat rice transplanter bagus digunakan untuk sawah yang tanahnya datar,”  jelasnya.

Untuk itu, pihaknya  mempelajari dulu peralatan baru tersebut sebelum  membantu petani. “Mesin ini kita harus pelajari kelemaham dan kelebihannya terlebih dahulu, jika efektif kita akan bantu petani supaya lebih semangat dalam bertani,” jelasnya.

Sementara Perbekel Desa Timpag, I Gusti Sukawahana  mengaku akan mempelajari alat bantuan  itu untuk menanam padi. Jika dirasa efektif akan diarahkan kepada petani khususnya di Subak Timpag menggunakan sistem tanam modern. “Semoga petani tertarik nantinya,” ujarnya.

Sukawahana menjelaskan memang untuk di dataran rendah bisa digunakan dan ekfektif, namun kalau dipakai di daerah Pupuan, Selamadeg Barat kurang efektif karena sawahnya berpetak-petak kecil. “Kalau di Pupuan tidak efektif ini (alat) digunakan, jadi mubasir,” ujarnya.

Staf  Bagian Sarana dan Prasarana Pertanian, Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Nuratna S. Juliwati mengatakan,  tujuan memberikan bantuan mesin modern selain membantu petani, juga digunakan untuk meningkatakan hasil produksi dengan cara memperluas lahan tanam guna memenuhi peningkatan kedaulatan pangan. Dimana saat ini target produksi mencapai 76,3 juta ton gabah kering  untuk tahun 2016. “Kita berikan bantuan agar nantinya bisa mencapai target produksi, biar pengerjaan tidak manual,”  jelasnya.

Cara kerja mesin  penanam padi otomatis adalah, bibitkan gabah dalam petakan sawah berukuran 20×80 cm. Setelah tumbuh menjadi bibit dan sudah berumur 15 hari, bibit tersebut ditaruh di atas mesin rice transplater. Selanjutnya, mesin siap beroperasi menanam padi. Dalam sekali gerak, mesin ini dapat membuat empat jalur dengan jarak antar jalur 30 cm. Hanya dalam waktu 4 jam, satu ton bibit padi yang digendongnya sudah habis ditanam. (ram)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment