Nyaris Ricuh di Luar PN, Sidang Kasus Bentrok Ormas Ditunda

Suasana mencekam di sepanjang Jalan Sudirman, Denpasar. Foto: beritasatu.com

Denpasar/BNN-Sidang lanjutan kasus bentrok dua ormas pemuda di Bali yang terjadi di dalam Lapas Kerobokan dan Jl. Teuku Umar Denpasar pada17 Desember 2015 yang menewaskan tiga orang, terpaksa ditunda. Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menunda sidang hingga pekan depan karena situasi di luar PN tidak kondusif.

Informasi yang diperoleh reporter www.balinewsnetwork.com, Kamis (26/05/2016) siang situasi di halaman PN Denpasar dan sepanjang Jl. Sudirman sangat mencekam. Sekelompok massa datang bermaksud memberi dukungan kepada rekan mereka,  Susanto dan Dewa Jebir dkk,  yang menjadi terdakwa dalam kasus bentrok tersebut. Sementara sekelompok massa juga hadir bermaksud memberi dukungan moral kepada rekannya yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, yakni Decky Ramon dan Made Suriata yang sedianya menjadi saksi untuk para terdakwa.

Di sepanjang Jl. Sudirman, seorang saksi mata melihat  aksi kejar-kejaran aparat dengan salah satu ormas. Polisi mengamnakan tujuh kendaraan yang  di dalamnya berisikan sejata tajam (sajam). Aksi ini  bermula saat massa salah satu  ormas pemuda  hendak masuk ke PN Denpasar. Puluhan anggota ormas ini tidak  masuk karena PN sudah dijaga ketat puluhan polisi bersenjata lengkap. Mereka terpaksa  meninggalkan PN menuju arah pusat perbelanjaan Matahari. Celakanya, begitu  tiba di depan hotel Puri Ayu, masih di Jalan Sudirman, mereka berpapasan dengan massa ormas lain. Tak pelak, bentrok nyaris terjadi. Beruntung polisi  dibawah pimpinan Kopolretsa Denpasar, Kombes Pol Anak Agung Made Sudana langsung mengamankan TKP, di samping lapangan Basket, Jalan PB Sudirman. Puluhan pemuda yang sebelumnya berkerumun di saping lapangan basket itu pun kabur.

Ada yang kabur menggunakan mobil, dan ada yang lari masuk ke area asrama tentara. Di TKP ini polisi berhasil mengamankan tujuh buah mobil dan dua orang yang diduga pemilik salah satu kendaraan dan sajam. Namun demikian, Kapolresta mengaku belum berani memastikan apakah dua orang ini adalah salah satu pemilik dari tuju buah kendaraan yang diamankan itu. “Saya tidak tahu, bahkan keronologisnya saya juga tidak tahu. Saya baru saja datang dari rapat dengan bapak Kapolda,” katanya kepada wartawan.

Selain di lapangan Basket, polisi juga mengamkan dua orang lagi yang diduga masih ada kaitanya dengan yang pertama. Dua pemuda ini diseret polisi dari dalam asrama tentara, persis di depan aula Makorem.

Sebelum mengamankan dua orang ini, polisi terlebih dahulu bergerak menuju pusat perbelanjaan Robinson. Di sana ada masa ormas lain yang juga berkumpul. Salah satu anggota ormas yang sempat ditemui polisi di Robinson mengatakan pihaknya tidak membawa senjata tajam. Mereka berada di Robinson untuk bersembunyi. “Di sini tidak ada senjata pak, kami ke sini karena ada suara tembakan dua kali,” kata salah satu anggota ormas ini.
Polisi lalu turun ke lahan parkir di Robinson. Di sana polisi menumui sejumlah pemuda yang berkerumun. Saat diperiksa, polisi tidak menemukan apa-apa, sehingga puluhan pemuda itu pergi meninggalkan Robinson.(lia)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment