Denpasar/BNN– Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Denpasar dan STIKOM Bali untuk merancang aplikasi Smart City Denpasar, maka pihak Pemkot Denpasar menunjuk Kelurahan Dangin Puri Kangin sebagai pilot project. Personal in Charge (PIC) project ini dari STIKOM Bali, Dedy Panji Agustino, S. Kom menjelaskan, guna mematangkan program tersebut, pihaknya telah mengumpulkan camat Denpasar Timur, lurah Dangin Puri Kangin serta para kelian banjar se-kelurahan Dangin Puri Kangin. Tercatat ada tujuh banjar di Dangin Puri Kangin.

Menurut Panji Agustino, untuk tahap pertama STIKOM Bali membuat aplikasi guna meng-input semua data di masing-masing banjar. “Semua data seperti data demografi, potensi banjar, usaha masyarakat dan lain sebagainya dibuat terkomputerisasi,” terang Panji Agustino.

“Berdasarkan data yang sudah computerize tersebut nanti kita dapat mengembangkan aplikasi lainnya sesuai kebutuhan di masing-masing banjar,” lanjutnya.

Lebih lanjut Panji Agustino menjelaskan, untuk meng-input data di tujuh banjar tadi, pihaknya akan melibatkan para mahasiswa STIKOM Bali, sekaligus akan melibatkan mahasiswa untuk maintenance aplikasi ketika aplikasi ini mulai berjalan.

Salah satu aplikasi yang segera dijalankan adalah aplikasi tentang bisnis sembako di masing-masing banjar. “Jadi nantinya masing-masing banjar punya toko semacam mini market sehingga memudahkan warga berbelanja sembako. Tapi masalah ini masih dibicarakan ditingkat banjar supaya hal ini tidak mematikan usaha warga (kios) yang sudah ada,” kata Panji Agustino. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment